Terbersit sebuah tanda di mana insan akan menelaah ketika muncul tangis dan tawa dalam satu kata cinta.
Terbersit keraguan dalam hidup.
Apakah aku akan kehilangan?
Apakah aku harus mencari?
Apakah aku harus berhenti berharap?
Apakah aku harus melupakan cinta?
Namun, benteng ini terlalu tinggi dan begitu menghalangi rasa antara kita, dua insan manusia tak sempurna dengan semua kekurangan dan perbedaan. Bagaikan tembok ratapan yang tetap diam meskipun kita berlinang air mata menangis dan meraung di hadapannya. Bagaikan jernihnya mata air yang berkilauan diterpa indahnya sinar matahari pagi. Itulah makna kasih sayang abadi dua insan.
Namun yakinlah dalam kasih tuhan, kesungguhan dan kemurnian cinta dua insan manusia yang tak sempurna mampu meruntuhkan batas meskipun itu setinggi langit angkasa yang kelabu.Tetaplah yakin ♥ tuhan pasti akan menunjukkan pencerahan di gelapnya jalan yang berliku.
Tweet

No comments:
Post a Comment